<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Portal Komunitas Pelayanan Masyarakat</title>
	<atom:link href="http://humanisclub.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://humanisclub.wordpress.com</link>
	<description>It's Time to Action</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Oct 2007 13:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='humanisclub.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Portal Komunitas Pelayanan Masyarakat</title>
		<link>http://humanisclub.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://humanisclub.wordpress.com/osd.xml" title="Portal Komunitas Pelayanan Masyarakat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://humanisclub.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pentingnya Storytelling Tentang Dharma dan Nilai-nilai Kemanusiaan Bagi Perkembangan Psikologi Anak</title>
		<link>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-storytelling-tentang-dharma-dan-nilai-nilai-kemanusiaan-bagi-perkembangan-psikologi-anak/</link>
		<comments>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-storytelling-tentang-dharma-dan-nilai-nilai-kemanusiaan-bagi-perkembangan-psikologi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 12:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humanisclub</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-storytelling-tentang-dharma-dan-nilai-nilai-kemanusiaan-bagi-perkembangan-psikologi-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Pentingnya Storytelling Tentang Dharma dan Nilai-nilai Kemanusiaan Bagi Perkembangan Psikologi Anak Kala kita kecil dulu orang tua kita sering memberikan buku-buku cerita anak-anak yang tulisannya sedikit, sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak, atau orang tua kita langsung menceritakan sebuah cerita yang mempunyai nilai-nilai kemanusaan, seperti fabel, kisah-kisah Nabi, Avatar, Budha, Bhodisatva, kisah Ramayana, Mahabarata dsb. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humanisclub.wordpress.com&amp;blog=1824094&amp;post=11&amp;subd=humanisclub&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;">Pentingnya <em>Storytelling</em><em> </em>Tentang Dharma dan Nilai-nilai Kemanusiaan Bagi Perkembangan Psikologi Anak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="left"><span style="font-family:Arial;"> </span><a href="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/tkailalang%20138.jpg" title="tkailalang%20138.jpg"><br />
</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Kala kita kecil dulu orang tua kita sering memberikan buku-buku cerita anak-anak yang tulisannya sedikit, sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak, atau orang tua kita langsung menceritakan sebuah cerita yang mempunyai nilai-nilai kemanusaan, seperti fabel, kisah-kisah Nabi, Avatar, Budha, Bhodisatva, kisah Ramayana, Mahabarata dsb. Hal terpenting selain itu semua adalah gambar-gambarnya yang menarik dapat meberikan kita pesan tentang Dharma dan <em>human values</em> secara tidak langsung kepada kita, sehingga setelah dewasa memori akan nilai-nilai yang terkandung dala cerita tersebut masih tersimpan dalam otak kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Tapi sekarang zaman yang semakin sibuk dan ramai sudah merubah kebiasaan baik ini memperparah gejala ini. Tak jarang orangtua bekerja lebih keras dan lebih lama di luar rumah, sehingga mereka sudah kehabisan tenaga dan waktu untuk<span>  </span>bersama anaknya. Banyaknya pilihan media juga cenderung membuat orangtua membiarkan pikiran anaknya “dicemari” oleh film, sinetron, acara kartun, musik, buku, komik, internet, dan <em><span style="font-family:Arial;">play station </span></em>yang belum tentu sesuai perkembangan usia mereka, psikology dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan orangtua kepada anaknya. Padahal bercerita mempunyai dampak yang lebih buat anak dibandingkan dengan media-media yang lebih modern. Media modern seperti TV saat ini banyak menampilkan sinetron yang pemerannya anak-anak tetapi kisah yang ditayangkan bukan untk konsumsi anak seperti adegan anak SD atau SMP yang pacaran. Tentunya hal tersebut berdampak buruk bagi anak karena pada masa anak-anak, mereka akan cenderung untuk meniru apapun yang dilihatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Bercerita tentang Dharma bukanlah sekedar membacakan buku kepada anak tetapi juga memerlukan sedikit ilmu peran, penekanan suara, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan penghayatan <span> </span>menjadi sangat penting dalam proses bercerita. Pencerita juga melibatkan alat <span> </span>bantu, seperti gambar sederhana, atau boneka sehingga dapat membantu menghidupkan kisah yang kita sampaikan dalam benak pendengarnya. Setelah cerita selesai, interaksi tetap bisa dipertahankan, misalnya dengan memandu anak untuk mengambil hikmah dari cerita tersebut (http://popsy.wordpress.com/2007/05/06/pentingnya-bercerita-bagi-anak/).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh anak dengan memberikan cerita yang mempunyai nilai-nnilai kemanusiaan. Berikut adalah manfaat-manfaat yang bisa diperoleh tersebut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Melalui cerita-cerita yang disampaikan anak-anak menjadi mengerti      tentang ajaran agamanya dengan rasa terhibur, menyenangkan dan sesuai      dengan pemahamanya sebagai anak-anak. Diharapkan nantinya anak mendapatkan      hikmah dari cerita yang dapat ia praktekkan dengan kehidupannya sehari-hari.      </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">makna cerita tersebut dapat dipahami dan diterapkan bagi sang anak.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Penceritaan mengembangkan kemampuan menyimak dan mendengar aktif      pada diri anak<span style="color:black;">. (<a href="http://www.inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&amp;bkp=J02BAGT07"><span style="color:black;">Takwin, Bagus. (2007). <em><span style="font-family:Arial;">Psikologi Naratif: Membaca Manusia sebagai Kisah</span></em>.      Yogyakarta: Jalasutra.</span></a></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;color:black;">Melalui dongeng dapat meningkatkan daya imajinasi      anak, kemampuan sosial dan kognitif.</span><span style="font-family:Arial;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Penceritaan mengembangkan sikap positif anak terhadap buku dan      membaca. Pencerita pun menjelaskan buku apa yang dibacanya sebagai sumber      cerita yang disampaikannya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Penceritaan menyumbang kepada perkembangan sosial dan kognitif      melalui pengalaman yang dibagikan lewat cerita serta ikut serta menghayati      kebahagiaan atau kesedihan, keberuntungan, atau kemalangan orang lain.      Melalui penceritaan, anak-anak dapat belajar empati, dalam arti      menempatkan diri pada posisi orang lain, mengembangkan kepedulian, serta      memahami keterkaitannya dengan orang lain dalam dunia bersama. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Penceritaan membantu anak untuk mengembangkan sebuah sistem nilai      etika, moral, hormat pada orang tua dan cinta tanah air. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Kegiatan bercerita memperkenalkan anak dengan kisah-kisah klasik      yang teruji kualitasnya dan umum dikenal orang karena hal-hal baik yang      dikandungnya. <span> </span>Seperti kisah para      Rasul, Ramayana, Mahabarata,dan<span>       </span>Srimadbhagavatham.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Penceritaan membantu anak menambah perbendaharaan kata memperkaya      anak di pelbagai ranah kurikulum, seperti bahasa, sejarah, budi pekerti,      ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Melalui cerita membantu anak untuk dapat menghargai kekayaan budaya      agamanya serta agama orang lain.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Mengapa bercerita dapat memberikan pengaruhi yang besar seperti itu? Karena bercerita atau <em>storytelling</em> memiliki kekuatan yang sanggup mempengaruhi akal pikiran dan psikologi manusia secara luar biasa. Manusia mempunyai memori yang luar biasa dan masa anak-anak adalah masa yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai moralitas kepada mereka. Tanamkanlah sejak dini cerita-cerita yang memiliki nilai-nilai kebenaran kapada anak-anak anda seperti kisah-kisah Nabi, Avatar, Budha, Bhodisatva, kisah Ramayana, Mahabarata dan sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">Tips bercerita untuk anak-anak:</span></strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Ceritakanlah kisah-kisah nabi, rasul, riwayat tokoh terkenal ataupun      dongeng hayalan yang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Jangan monoton, berceritalah dengan ekspresi, penekanan suara, atau      alat-alat peraga yang mendukung<span>       </span>agar anak lebih bisa tertarik dengan <span> </span>kisah tersebut</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Jangan hanya bercerita tokoh dari satu agama saja, ceritakanlah juga      nabi dalam agama lain agar mereka sejak kecil mengerti tentang keuniversalan      dan belajar menghormati agama lain</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Anak akan lebih suka cerita yang tokoh pelakunya anak-anak dan cerita-cerita      yang lucu</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Tidak hanya bercerita, juga bisa diselingi dengan permainan edukatif      atau lagu-lagu yang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Jangan terlalu mendikte, tanyakanlah      kepada mereka apa kira-kira makna dari cerita yang telah dikisahkan</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Tanamkanlah pada anak-anak untuk berusaha untuk melaksanakan      nilai-nilai yang ada dalam cerita tersebut</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Selamat mencoba!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#003366;">MARI BERSAMA BANTU PENDIDIKAN ANAK BANGSA!!!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#003366;">Salurkan dana anda demi masa depan anak-anak bangsa melalui bank mandiri cabang denpasar veteran no rekening 145-00-0578220-2<span>  </span>a/n bpk. Adi Wirawan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#003366;"> </span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humanisclub.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humanisclub.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humanisclub.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humanisclub.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humanisclub.wordpress.com&amp;blog=1824094&amp;post=11&amp;subd=humanisclub&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-storytelling-tentang-dharma-dan-nilai-nilai-kemanusiaan-bagi-perkembangan-psikologi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/022af8df2621167ad16756ddba259871?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">humanisclub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA BUKU BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK SEJAK DINI</title>
		<link>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-buku-bagi-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini/</link>
		<comments>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-buku-bagi-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 12:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humanisclub</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-buku-bagi-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini/</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak kita adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa ini dikemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa. Ada 3 aspek yang  harus  mampu kita persiapkan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humanisclub.wordpress.com&amp;blog=1824094&amp;post=9&amp;subd=humanisclub&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="left"><a href="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/img_0126.jpg" title="img_0126.jpg"><img src="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/img_0126.thumbnail.jpg?w=460" alt="img_0126.jpg" align="left" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Anak-anak kita adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa ini dikemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Ada 3 aspek yang<span>  </span>harus<span>  </span>mampu kita persiapkan bagi generasi Indonesia yang kuat melalui mengasuh, membimbing dan menyediakan perlindungan, mengasah emosi dan membangun kecerdasan intelektual serta spiritual. Dan buku merupakan salah satu fasilitas yang dapat membantu pembentukan hal tersebut. Kala kita kecil dulu orang tua kita sering memberikan buku-buku cerita anak-anak yang isi halamannya tipis, tulisannya sedikit, sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Hal terpenting selain itu semua adalah gambar-gambarnya yang menarik dan memancing imajinasi, sehingga anak-anak terpancing untuk membaca dan mengetahui isi bukunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Namun sayangnya minat baca anak-anak Indonesia kini dinilai<span>  </span>rendah, bahkan di kalangan mahasiswa dan pelajar pun masih dianggap belum menggembirakan. Membaca di kalangan masyarakat, khususnya pelajar agaknya belum menjadi kebutuhan pemuas diri yang sangat penting sebagaimana kebutuhan lain seperti makanan ataupun sandang. Gairah besar untuk melahap bacaan-bacaan apapun yang bermanfaat bagi pemahaman diri tentang sesuatu, mengetahui nilai-nilai, serta meluasnya wawasan kiranya belum dimiliki. Mereka hanya membaca buku-buku pelajaran yang memang diwajibkan atau yang termasuk mata kuliah/pelajaran. Jarang diantara mereka yang membaca buku-buku bacaan, baik yang masih berkait dengan studinya maupun yang bersifat pengetahuan umum. Hal ini tentunya berpengarus terhadap kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Dugaan ini tidak begitu meleset, terbukti Human Development Index (HDI), secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah, dibandingkan dengan kualitas manusia di negara-negara lain di dunia. Berdasarkan Human Development Report 2004 yang menggunakan data tahun 2002, angka Human Development Index (HDI) Indonesia adalah 0,692. Angka indeks tersebut merupakan komposisi dari angka harapan hidup saat lahir sebesar 66,6 tahun, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 87,9 persen, kombinasi angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi sebesar 65 persen, dan Pendapatan Domestik Bruto per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity) sebesar US$ 3.230. <strong>HDI Indonesia hanya menempati urutan ke-111 dari 177 negara </strong>(Kompas, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Dari mana kita mulai membiasakan mencintai buku-buku, tentunya dari sejak usia dini ketika seseorang sudah bisa baca tulis, baik di rumah maupun di sekolah. Usia sekolah Dasar merupakan fondamen untuk menanamkan cinta baaca bagi anak-anak, selain secara psikologis pun masa-masa itu memiliki rasa keingintahuan yang cukup membuncah terhadap sesuatu, lebih-lebih ang memang diminati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Anak-anak yang gemar membaca juga akan memiliki rasa percaya diri yang kuat. Itulah pentingnya perpustakaan sekolah dan mampu membangkitkan kegairahan anak-anak sekolah rajin membaca buku-buku. Bila anak-anak sudah bisa merasakan betapa asyiknya menikmati buku-buku bacaan yagn disukai, kelak pasti ia tetap akan memiliki kegemaran membaca. Jika tak mampu<span>  </span>membeli buku, mungkin akan tetap berupaya mencarinya keperpustakaan–keperpustakaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Sebenarnya memang tidak mudah membangkitkan kegairahan anak-anak pada buku-buku bacaan. Apalagi sekarang , dunia hiburan begitu dekat dengan lingkungan anak-anak, seperti televisi<span>  </span>yang menawarkan berbagi corak tayangan. Namun, pemerhati dunia anak terutama kalangan pendidik, memandang tetap ada pintu yang bisa mengarahkan anak-anak pada kegemaran membaca. Adanya perpustakan sekolah memang merupakan khasanah sumber cinta bacaan bagi anak-anak, tetapi lingkungan keluarga juga tak kalah penting. Pada keluarga yang membiasakan diri dengan buku-buku bacaan dirumah, baik buku cerita, sejarah, biografi maupun<span>  </span>buku-buku seni dirumah, maka cepat atau lambat anak-anak pun akan terbawa untuk turut membaca buku-buku tersebut. Maka melalui keteladanan biasanya akan lebih mempan bisa dilakukan anak-anak ketimbang sekian ribu anjuran ataupun imbauan agar anak-anak gemar membaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Guna membangkitkan dan mengembangkan gairah baca dikalangan anak-anak, tentunya di sekolah-sekolah disediakan ruang perpustakaan yang memadai serta buku-buku bacaan yang lengkap pula. Namun, ternyata tidak semua sekolah memiliki ruang perpustakaan. Sebenarnya<span>  </span>minat baca anak-anak itu cuku besar. Hanya bagaimana upaya kita ikut membantu menyediakan ruang perpustakaan gratis beserta isinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Kesimpulan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Pada intinya buku-buku seperti buku tentang agama, dongeng yang mempunyai nilai kemanusiaan, biografi tokoh-tokoh terkenal dan sebagainya merupakan kebutuhan wajib dari anak Indonesia demi mengasah emosi dan membangun kecerdasan intelektual serta spiritual. Tingkat kegemaran membaca juga mempengaruhi Sumber Daya Manusia masyarakat Indonesia. Namun kendala yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan gratis, perputakaan keliling, buku-buku untuk<span>  </span>anak-anak dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Solusi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Pentingnya peran swasta sebagai fasilitator pendidikan yang menyediakan atau menyumbangkan buku-buku dan perpustakaan gratis bagi anak-anak. Karena selama ini dana pihak swasta lebih banyak habis dibidang kegiatan<span>  </span>promosi produknya. Selain itu peran pemerintah dan keluarga juga mempunyai peran penting dalam rangka meningkatkan minat baca<span>  </span>anak-anak Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">Hs-Club berencana untuk membuat perpustakaan gratis untuk masyarakat umum. Bagi pembaca atau Humanis clubers yang berminat untuk menyumbangkan buku, dapat mengirimkan buku-bukunya baik baru atau bekas, segala jenis ke alamat: Humanis Club, jl Waturenggong gg V no 8 Denpasar-Bali. Atau menjadi donatur melalui <span> </span>BANK MANDIRI CABANG DENPASAR VETERAN NO REKENING 145-00-0578220-2 A/N Bpk. Adi Wirawan. Mari bersama bantu pendidikan anak bangsa!!! </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humanisclub.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humanisclub.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humanisclub.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humanisclub.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humanisclub.wordpress.com&amp;blog=1824094&amp;post=9&amp;subd=humanisclub&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-buku-bagi-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/022af8df2621167ad16756ddba259871?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">humanisclub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/img_0126.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_0126.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Anak Jalanan, Sebuah Tragedi Zaman Ini!</title>
		<link>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/fenomena-anak-jalanan-sebuah-tragedi-zaman-ini/</link>
		<comments>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/fenomena-anak-jalanan-sebuah-tragedi-zaman-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 12:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humanisclub</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/fenomena-anak-jalanan-sebuah-tragedi-zaman-ini/</guid>
		<description><![CDATA[              “Pak&#8230;.., tolong berikan saya duit untuk beli makan”, begitulah kata yang keluar dari mulut anak kecil berpakaian kumal yang tak seharusnya berada di jalanan. Inilah sekelumit tentang nasib anak Indonesia. Tragis dan memilukan melihat banyak anak-anak harapan bangsa yang menghabiskan waktunya di jalanan dan  bukan bermain di halaman  rumahnya. Sebuah tragedi zaman ini! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humanisclub.wordpress.com&amp;blog=1824094&amp;post=7&amp;subd=humanisclub&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/anak_jalanan.jpg" title="anak_jalanan.jpg"><img src="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/anak_jalanan.jpg?w=460" alt="anak_jalanan.jpg" align="left" /></a></p>
<p class="MsoBodyText"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span><span>           </span>“Pak&#8230;.., tolong berikan saya duit untuk beli makan”, begitulah kata yang keluar dari mulut anak kecil berpakaian kumal yang tak seharusnya berada di jalanan. Inilah sekelumit tentang nasib anak Indonesia. Tragis dan memilukan melihat banyak anak-anak harapan bangsa yang menghabiskan waktunya di jalanan dan<span>  </span>bukan bermain di halaman <span> </span>rumahnya. Sebuah tragedi zaman ini! Entah siapa yang salah, yang jelas anak-anak tersebut tidak meminta dilahirkan untuk menjadi pengemis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Sejak krisis tahun 1998, kegiatan anak jalanan di indonesia semakin meningkat, mulai di alun-alun, bioskop, jalan raya, simpang jalan, stasiun kereta api, terminal, pasar, pertokoan, dan mall. Kini, sosok anak-anak di indonesia tampil dalam kehidupan yang kian tak menggembirakan. Kondisi anak-anak yang kian terpuruk sudah bisa diliihat dari tampilan fisiknya saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><strong><span>Siapa saja sih yang disebut anak jalanan?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Anak jalanan adalah seseorang yang masih belum dewasa (secara fisik dan phsykis) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankan hidupnya yang terkadang mendapat tekanan fisik atau mental dari lingkunganya. <span> </span>Umumnya mereka berasal dari keluarga yang ekonominya lemah. Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Kasus-kasus kekerasan (fisik, psykologis, maupun seksual) yang dialami oleh anak jalanan hingga terungkap ke publik hanyalah sebuah fenomena “gunung es” dari kasus-kasus kekerasan yang sebenarnya sering terjadi di dalam kehidupan anak-anak jalanan. Oleh karena itu, tidaklah terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa anak jalanan senantiasa berada dalam situasi yang mengancam perkembangan fisik, mental dan sosial bahkan nyawa mereka. Di dalam situasi kekerasan yang dihadapi secara terus-menerus dalam perjalanan hidupnya, maka pelajaran itulah yang melekat dalam diri anak jalanan dan membentuk kepribadian mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Ketika mereka dewasa, besar kemungkinan mereka akan menjadi salah satu pelaku kekerasan. Tanpa adanya upaya apapun, maka kita telah berperan serta menjadikan anak-anak sebagai korban tak berkesudahan. Menghapus stigmatisasi di atas menjadi sangat penting. Sebenarnya<span>  </span>anak-anak jalanan hanyalah korban dari konflik keluarga, komunitas jalanan, dan korban kebijakan ekonomi permerintah yang tidak becus mengurus rakyat. Untuk itu kampanye perlindungan terhadap anak jalanan perlu dilakukan secara terus menerus setidaknya untuk mendorong pihak-pihak di luar anak jalanan agar menghentikan aksi-aksi kekerasan terhadap anak jalanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;">Pemberdayaan Anak Jalanan</span></strong><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Sebenarnya anak jalanan tidak berbeda dengan anak yang lainnya, mereka juga mempunyai potensi dan bakat. Pada masa anak-anak seperti itu otak yang memuat 100-200 milyar sel otak siap dikembangkan serta diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan potensi tertinggi. Pada perkembangan otak manusia mencapai kapasitas 50 % pada masa anak usia dini. Kita telah benar-benar mellupakan hak anak-anak untuk bermain, bersekolah, dan hidup sebagaimana lazimnya anak-anak lainnya. Mereka dipaksa orang tua untuk merasakan getirnya kehidupan. Mereka tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Pasal 9 ayat (1) UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyebutkan; “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”. Pemenuhan pendidikan itu haruslah memperhatikan aspek perkembangan fisik dan mental mereka. Sebab, anak bukanlah orang dewasa yang berukuran kecil. Anak mempunyai dunianya sendiri dan berbeda dengan orang dewasa. Kita tak cukup memberinya makan dan minum saja, atau hanya melindunginya di sebuah rumah, karena anak membutuhkan kasih sayang. Kasih sayang adalah fundamen pendidikan. Tanpa kasih, pendidikan ideal tak mungkin dijalankan. Pendidikan tanpa cinta seperti nasi tanpa lauk,menjadi kering hambar, tak menarik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Pendidikan pada hakekatnya bertujuan membentuk karakter anak menjadi anak yang baik. Khusus untuk anak jalanan pendidikan luar sekolah yang sesuai adalah dengan melakukan proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam wadah <span>rumah singgah</span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Rumah singgah sebagai tempat pemusatan sementara yang bersifat non formal, dimana anak-anak bertemu untuk memperoleh informasi dan pembinaan awal sebelum dirujuk ke dalam proses pembinaan lebih lanjut .rumah singgah didefinisikan sebagai perantara anak jalanan dengan pihak-pihak yang akan membantu mereka. Rumah singgah merupakan proses non formal yang memberikan suasana pusat resosialisasi anak jalanan terhadap sistem nilai dan norma di masyarakat. Tujuan dibentuknya rumah singgah adalah resosialisasi yaitu membentuk kembali sikap dan prilaku anak yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat dan <span> </span>memberikan pendidikan dini untuk pemenuhan kebutuhan anak dan menyiapkan masa depannya sehingga menjadi masyarakat yang produktif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Peran dan fungsi rumah singgah bagi program pemberdayaan anak jalanan sangat penting. Secara ringkas fungsi rumah singgah antara lain : 1. Sebagai tempat perlindunga dari berbagai bentuk kekerasan yang kerap menimpa anak jalanan dari kekerasan dan prilaku penyimpangan seksual ataupun berbagai bentuk kekerasan lainnya. 2 Rehabilitasi, yaitu mengembalikan dan menanamkan fungsi sosial anak. 3 Sebagai akses terhadap pelayanan, yaitu sebagai persinggahan sementara anak jalanan dan sekaligus akses kepada berbagai pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan dll. Lokasi rumah singgah harus berada ditengah-tengah masyarakat agar memudahkan proses pendidikan dini, penanaman norma dan resosialisasi bagi anak jalanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;">Kesimpulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">-Jadi, upaya pemberdayaan anak-anak jalanan seyogyanya terus digalakkan melalui berbagai penyelenggaraan program pendidikan luar sekolah berupa kegiatan resosialisasi di Rumah Singgah. Perlu adanya kerjasama dari segala lapisan untuk bekerjasama menyukeskan program ini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">- Pendidikan pada hakekatnya bertujuan membentuk karakter anak menjadi anak yang baik </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">- Kasih sayang adalah fundamen pendidikan. Tanpa kasih, pendidikan ideal <span>     </span>tak mungkin dijalankan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Arial;">~~~~~~~*****~~~~~~~</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span>Tulisan Ini didedikasikan kepada anak-anak jalanan, juga untuk mengkampanyekan tumbuhnya empati masyarakat terhadap anak jalanan agar ada keterlibatan konkrit berbagai pihak melalui berbagai kegiatan untuk perubahan. Bagi para guru, volunteer, pemerintah, LSM segeralah bergegas turun ke jalanan, bertemu anak-anak jalanan untuk melakukan perubahan!!! Anak-anak jalanan harus hidup layak dengan pendidikan yang memadai.<span>  </span>Anak jalanan masih berpeluang untuk mengubah nasibnya melalui belajar; karena itu mereka membutuhkan bantuan kita! It’s time to action!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span><strong>Bagi para pembaca yang berminat untuk mendukung pendidikan anak jalanan dapat menjadi donatur melalui: <span style="color:black;">BANK MANDIRI CABANG DENPASAR VETERAN NO REKENING 145-00-0578220-2<span> a/n Bpk. Adi Wirawan</span></span></strong><span style="color:black;"> .</span>Segala penggunaan dana akan dilaporkan melalui situs ini dengan transparan dan sejujur-jujurnya demi pendidikan anak bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humanisclub.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humanisclub.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humanisclub.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humanisclub.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humanisclub.wordpress.com&amp;blog=1824094&amp;post=7&amp;subd=humanisclub&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/fenomena-anak-jalanan-sebuah-tragedi-zaman-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/022af8df2621167ad16756ddba259871?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">humanisclub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://humanisclub.files.wordpress.com/2007/10/anak_jalanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak_jalanan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
